main image

Di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir, kita tetap berjuang untuk menghadirkan gaya hidup baru yakni new normal di Indonesia. Jadi, perkantoran, mall, pasar, serta transportasi umum akan kembali dibuka. Tentunya, kita sebagai masyarakat dihimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah dihimbau pemerintah, misalnya seperti menggunakan masker, mencuci tangan secara rutin, serta menyediakan hand sanitizer sebagai alternatif apabila kita sedang bepergian dan tidak menemukan air bersih serta sabun untuk mencuci tangan.

Seperti yang kita tahu, smile hand sanitizer menjadi alternatif yang tepat untuk menggantikan air  bersih dan sabun cuci tangan yang tidak tersedia. Maka dari itu penggunaan smile hand sanitizer sangat disarankan apabila tidak ada akses terhadap air bersih maupun sabun. Selain itu, penggunaan hand sanitizer ini juga disarankan ketika kita menyentuh benda-benda yang bersifat umum.

Ketika kita membahas mengenai hand sanitizer, mungkin akan banyak orang yang berpendapat bahwa hand sanitizer berfungsi seperti sabun cuci tangan darurat yang bisa berperan untuk mencegah kita terpapar kuman dan bakteri, termasuk virus corona yang ada di tangan. Tentu saja, pendapat ini tidak salah, namun harus dipastikan bahwa kita juga sudah menggunakan hand sanitizer secara benar. Soalnya, ada beberapa kesalahan umum yang sering kali dilakukan orang-orang saat menggunakan hand sanitizer. Akibatnya, hand sanitizer tidak bisa bekerja secara efektif di permukaan tangan kita.

Padahal, segala sesuatu, apapun itu, harus dilakukan secara benar apabila kita benar-benar ingin mendapatkan manfaat dari hal tersebut. Hal ini juga berlaku untuk pengaplikasian hand sanitizer di tangan kita. Apabila kita asal-asalan menggunakannya, tentu saja kita tidak bisa merasakan keefektifan produk hand sanitizer. Lantas, kesalahan umum seperti apa saja sih yang sering terjadi ketika menggunakan hand sanitizer? Berikut ulasannya!

1.  Menggosok-gosokkan hand sanitizer secara asal-asalan

Seperti yang kita tahu, hand sanitizer memang menjadi solusi praktis untuk membersihkan tangan kita di saat darurat. Akan tetapi, kita tidak boleh sekadar menuangkannya saja beberapa tetes ke tangan kita lalu menggosok-gosokkannya secara asal. Hal ini sama seperti ketika kita sedang membersihkan tangan dengan sabun cuci tangan. Apabila kita hanya sekadar menuangkan air ke tangan kita lalu menggunakan sabuh dan menggosokkannya sedikit dan membilasnya, apakah akan efektif untuk membunuh kuman? Jawabannya tentu saja tidak.

Kita mungkin telah sering mendengar himbauan dari berbagai sumber mengenai pentingnya mencuci tangan secara tepat. Cara mencuci tangan yang tepat ialah dengan menggunakan air mengalur dan sabun dan harus dilakukan minimal selama 20 detik dengan menggosokkan sabun tersebut ke seluruh area tangan, kuku, serta sela-sela dari apabila kita memang benar-benar ingin terbebas dari ancaman kuman dan bakteri.

2. Menggunakan hand sanitizer di saat yang tidak tepat

Meskipun hand sanitizer bisa membunuh kuman dan bakteri, hand sanitizer tidak bisa bekerja efektif apabila tangan kita sedang kotor atau berlumuran sesuatu, seperti halnya terkena lumpur ataupun sisa makanan yang membuat tangan kotor. Jadi, ketika kita selesai berkebun atau melakukan aktivitas lainnya yang membuat tangan berlumuran, pastikan untuk menggunakan air bersih dan sabun cuci tangan saja. Selain itu, ketika kita sedang menyiapkan bahan masakan di dapur, kita tentu akan memegang banyak hal. Seperti halnya kita yang telah selesai memotong bawang kemudian akan mengiris daging. Tentu saja, tangan kita nanti akan menjadi kotor, namun kita tidak disarankan untuk menggunakan hand sanitizer karena akan membuat bahan masakan terkontaminasi. Cukup gunakan air bersih dan sabun cuci tangan.